Gandeng Biro Psikologi UINSA, MAN 1 Banyuwangi Gelar Psikotes untuk Siswa Kelas X
Jurnalistik Mansawangi – Mengenali potensi dan karakter peserta didik sejak dini menjadi langkah penting dalam mengawal keberhasilan pendidikan. MAN 1 Banyuwangi menggelar psikotes bagi seluruh siswa kelas X, mulai X-1 hingga X-13, pada Rabu (28/10). Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai ini diselenggarakan melalui kerja sama madrasah dengan tim Biro Psikologi UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Psikotes ini bertujuan memperoleh gambaran potensi siswa, termasuk mengukur tingkat kecerdasan intelektual atau Intelligence Quotient (IQ), sesuai instrumen yang digunakan.
Kepala MAN 1 Banyuwangi, Sugeng Maryono, menyampaikan bahwa psikotes merupakan salah satu ikhtiar madrasah untuk mengenali potensi setiap peserta didik agar proses pembelajaran dan pengembangan diri dapat berjalan lebih optimal. “Kami berharap hasil psikotes ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendampingi siswa sesuai potensi, minat, dan kemampuannya, sehingga mereka dapat merencanakan masa depan pendidikan dengan lebih baik,” ujarnya.
Hasil psikotes nantinya dapat dimanfaatkan untuk memetakan aspek psikologis siswa, seperti potensi kemampuan kognitif, tingkat IQ, dan kecenderungan minat sesuai instrumen pemeriksaan. Informasi tersebut juga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam membantu siswa menentukan pilihan kelas peminatan saat naik ke kelas XI mendatang, yang mencakup bidang linguistik, keagamaan, saintek, dan soshum. Meski demikian, penentuan peminatan tetap perlu mempertimbangkan minat dan aspirasi siswa, hasil belajar, serta ketentuan akademik yang berlaku di madrasah.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Halimatus Sakdiyah selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum dan Amelia selaku Koordinator Bimbingan dan Konseling (BK). Selain mendukung perencanaan peminatan, hasil psikotes diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi guru BK dan pihak madrasah dalam menyusun strategi pendampingan, mengidentifikasi kebutuhan belajar, serta membantu siswa mengembangkan potensi dan mengatasi kesulitan yang dihadapi. Dengan demikian, psikotes tidak sekadar menjadi kegiatan pengukuran, tetapi juga bagian dari (Riz)