Pesan Kepala Madrasah: Jadilah Emas yang Tangguh dan Berkualitas
Jurnalistik — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi menggelar acara _Haflah Akhirusannah_ sebagai momen perpisahan bagi siswa XII yang telah menyelesaikan masa pendidikannya selama tiga tahun, pada Rabu (06/05/2026) di Aula MAN 1 Banyuwangi. Kegiatan yang berlangsung tertib dan sarat makna ini dihadiri oleh kepala madrasah, guru, staf tenaga pendidik, siswa-siswi kelas XII, serta para wali murid.
Dalam pesannya kepada siswa kelas XII, ia mengingatkan bahwa sebelumnya para siswa datang dengan identitas dari jenjang sebelumnya, namun kini telah ditempa menjadi pribadi yang lebih matang di madrasah. Ia menyinggung makna _“Aurevia”_ sebagai simbol harapan agar para siswa menjadi pribadi yang bernilai tinggi layaknya emas.
“Emas di mana pun ditempatkan akan tetap menjadi emas. Begitu pula kalian, di mana pun berada harus tetap membawa nilai dan jati diri yang tangguh dan berkualitas,” pesan Sugeng Maryono.
Ia juga menyoroti berbagai perjuangan yang telah dilalui siswa selama menempuh pendidikan, mulai dari suka, duka, hingga teguran yang diberikan guru. Selain itu, ia mengajak para siswa untuk terus berjuang meraih masa depan, baik melalui jalur pendidikan seperti SNBP maupun jalur lain seperti bekerja dan berwirausaha. Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan siswa yang masih berjuang dalam meraih cita-citanya..
Ucapan terima kasih disampaikan kepada para wali murid atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan kepada madrasah. Ia juga memberikan apresiasi kepada para pengawas dan operator yang telah berperan dalam mendampingi proses pendidikan hingga pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) .
Ia mengakui bahwa perjalanan tersebut tidak selalu mudah, namun berkat perjuangan bersama, para siswa akhirnya dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik. Mengakhiri sambutannya, ia berpesan agar para siswa tidak melupakan almamater MAN 1 Banyuwangi serta terus menjaga nama baik di mana pun berada.
“Selamat jalan dan selamat berjuang. Jangan pernah lupakan almamater,” pungkasnya.