Pengurus MGMP Bahasa Inggris MA Banyuwangi Periode 2026 2030 Dikukuhkan, Kemenag Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Asrama
Humas Mansawangi – Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris tingkat Madrasah Aliyah Kabupaten Banyuwangi periode 2026–2030 resmi dikukuhkan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 1 Banyuwangi, Kamis (18/6). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat, didampingi Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Fakhrurrozi, Ketua Pokjawas Madrasah Askhab, serta Kepala MAN 1 Banyuwangi Sugeng Maryono.
Sebanyak 90 guru Bahasa Inggris Madrasah Aliyah se-Banyuwangi turut hadir mengikuti kegiatan tersebut. Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Rizki Maulana, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah.
Ketua MGMP Bahasa Inggris MA Banyuwangi sekaligus panitia pelaksana, Anis Mulyasaroh, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kepengurusan yang baru mampu menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan madrasah.
Sementara itu, Kasi Pendma Kemenag Banyuwangi, Fakhrurrozi, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menantang MGMP Bahasa Inggris untuk merancang kurikulum atau panduan praktis yang mampu mendorong siswa lebih aktif berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.
“Terutama bagi madrasah yang memiliki asrama seperti MAN 1 Banyuwangi, MAN 2 Banyuwangi, MAN 3 Banyuwangi maupun beberapa MTs. Harus ada desain pembelajaran yang membuat Bahasa Inggris menjadi budaya komunikasi sehari-hari,” ujarnya.
Puncak kegiatan ditandai dengan pengukuhan pengurus MGMP Bahasa Inggris MA Kabupaten Banyuwangi periode 2026–2030 oleh Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Chaironi Hidayat.
Dalam arahannya, Chaironi menyampaikan apresiasi atas semangat para guru Bahasa Inggris yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Menurutnya, Bahasa Inggris merupakan bahasa dunia yang menjadi bekal penting bagi siswa untuk berkembang dan bersaing di tingkat global.
“Harus ada metode yang membuat siswa senang belajar dan menggunakan Bahasa Inggris. Pembelajaran tidak harus selalu di dalam kelas, tetapi dapat memanfaatkan berbagai sumber yang dekat dengan kehidupan mereka,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa perkembangan Bahasa Inggris saat ini sangat dinamis, termasuk munculnya berbagai ragam bahasa yang populer di kalangan generasi muda. Karena itu, guru perlu memanfaatkan media yang menarik seperti film, musik, dan berbagai sumber pembelajaran autentik lainnya agar proses belajar menjadi lebih menyenangkan.
Pada kesempatan tersebut, Chaironi juga menyampaikan sebuah hikmah yang relevan dengan pentingnya penguasaan bahasa asing, yakni:
"Man ‘arafa lughata qaumin salima min makrihim."
“Barang siapa mempelajari bahasa suatu kaum, maka dia akan terhindar dari tipu daya kaum tersebut.”
Kegiatan pengukuhan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Akromin, guru MAN 1 Banyuwangi, sebagai harapan agar kepengurusan baru mampu menjalankan amanah serta membawa kemajuan bagi pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah se-Kabupaten Banyuwangi.