Uji Hafalan Hari Kedua, Enam Siswa Mansawangi Jalani Tasmi Al-Quran Bil Ghoib
Jurnalistik — Enam siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi kembali mengikuti lanjutan ujian Tasmi’ Al-Qur’an Bil Ghoib di Ruang Meeting madrasah, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini merupakan hari kedua pelaksanaan uji hafalan dalam rangka penguatan program tahfidz, salah satu program unggulan MAN 1 Banyuwangi.
Peserta terdiri dari Aisyah Nayla Prantono (juz 1–5), Yuki Nesteroy (juz 6–10), Anaya Putri Soliha (juz 1–5), Sayyidah Ghina (juz 1–5), Revano Aditya Saputra (juz 1–5), dan Tio Khoiron Ashari (juz 1–3). Mereka diuji kelancaran hafalannya secara bergantian di hadapan penguji tanpa melihat mushaf.
Setiap peserta diminta melantunkan ayat-ayat dari beberapa juz sesuai setoran yang telah dicapai. Fokus utama ujian ini adalah mengukur ketepatan hafalan, daya ingat, serta kualitas bacaan sesuai kaidah tajwid.
Suasana kegiatan berlangsung tenang dan khidmat. Para siswa tampak serius menjaga konsistensi hafalan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap proses pembinaan yang telah mereka jalani.
Pembina tahfidz Hanif Ma’mun menjelaskan, tasmi’ ini bertujuan menjaga mutu hafalan sekaligus mengevaluasi keberhasilan program tahfidz madrasah. “Kami ingin siswa tidak hanya kuat secara kuantitas hafalan, tetapi juga benar dan indah dalam bacaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tahfidz menjadi salah satu unggulan MAN 1 Banyuwangi dalam membentuk generasi Qur’ani yang berkarakter, berprestasi, dan berakhlak mulia.