Matamuda MAN 1 Banyuwangi Resmi Ditutup, Tanamkan Cinta Lingkungan Lewat Gaya Hidup Adiwiyata
Humas, Mansawangi – Masa Ta’aruf Madrasah (Matamuda) bagi siswa kelas X di MAN 1 Banyuwangi resmi ditutup pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah itu berjalan lancar tanpa hambatan berarti, sekaligus menjadi momentum penanaman nilai-nilai cinta lingkungan bagi para siswa baru.
Ketua panitia, yang merupakan Waka kesiswaan Muh. Nurrofiq, M. Pd. I. melaporkan bahwa Matamuda tahun ini sukses meningkatkan semangat belajar siswa di lingkungan madrasah yang baru. "Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Kami berharap apa yang didapatkan selama Matamuda bisa diterapkan dalam keseharian belajar di madrasah, serta membawa manfaat besar bagi siswa kelas X," ujarnya.
Kepala MAN 1 Banyuwangi, Sugeng Maryono, S. Pd. M. M. dalam sambutannya berharap seluruh siswa kelas X dapat bertahan hingga kelas XII. Ia juga menekankan pentingnya mendukung program Adiwiyata. "Kami menganjurkan siswa kelas X membawa tanaman obat keluarga (toga) untuk ditanam di lahan yang telah disediakan. Adiwiyata bukan lomba, tapi gaya hidup yang harus dikenalkan dan dilaksanakan oleh seluruh warga madrasah," tegasnya.
Program ini sejalan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dikenal dengan Pancacinta, yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air. Cinta terhadap lingkungan menjadi salah satu pilar utamanya.
Rangkaian kegiatan madrasah masih berlanjut. Pada Sabtu (18/7/2026) besok, akan digelar kegiatan Persami (Perkemahan Sabtu-Minggu) sebagai penyambutan bagi tamu ambalan Sritanjung dan Sidopekso MAN 1 Banyuwangi.
Penutupan Matamuda diakhiri dengan pembacaan hamdalah oleh seluruh peserta, dilanjutkan dengan pelepasan atribut Matamuda sebagai tanda resmi berakhirnya masa perkenalan. (BIM)
#Madrasah #Maju #BermutuMendunia #Melesat