MAN 1 Banyuwangi Kalibrasi Arah Kiblat, Hasil Pengukuran Berada di Titik 293,87
Humas Mansawangi – Mengikuti arahan serentak dari Kementerian Agama RI, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi menggelar pengukuran ulang arah kiblat menggunakan metode *Rashdul Kiblat*. Kegiatan yang dilangsungkan di halaman madrasah pada Kamis sore (16/7) tersebut disaksikan langsung oleh jajaran guru dan staf.
Kepala MAN 1 Banyuwangi, H. Sugeng Maryono, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa fenomena astronomis ini merupakan momentum langka yang sangat akurat. Untuk wilayah Banyuwangi dan sekitarnya, *Rashdul Kiblat* terjadi pada 15–16 Juli 2026 tepat pukul 16.27 WIB.
"Masyarakat sebenarnya bisa memverifikasi sendiri arah kiblat di rumah masing-masing. Caranya cukup dengan melihat bayangan dari benda tegak lurus yang membelakangi sinar matahari pada jam tersebut," ujar Sugeng.
Melansir data dari *NU Online*, *Rashdul Kiblat* (secara harfiah berarti 'mengintai kiblat') atau yang kerap disebut sebagai *Istiwa A'dzam* merupakan fenomena astronomis di mana posisi matahari tepat berada di atas Ka'bah (titik zenith Mekah). Karena nilai deklinasi matahari sama persis dengan lintang geografis Ka'bah, maka semua bayangan benda yang berdiri tegak lurus di belahan bumi yang terpapar cahaya matahari akan mengarah lurus ke Ka'bah. Dalam khazanah fiqih dan ilmu falak, metode ini diakui sebagai cara paling mudah, murah, dan akurat untuk menentukan arah kiblat tanpa alat rumit.
Dalam proses kalibrasi di MAN 1 Banyuwangi, tim keagamaan madrasah memanfaatkan tiang dan tongkat yang ditancapkan secara tegak lurus di area terbuka. Arah bayangan yang terbentuk kemudian ditarik garis lurus dari ujung bayangan menuju ke pangkal tongkat sebagai penanda absolut arah Ka'bah.
Melalui pengukuran tepercaya ini, hasil akhir yang diperoleh dipastikan berada tepat pada titik arah **293,87 derajat**. Angka tersebut menjadi acuan mutlak yang sangat presisi untuk arah kiblat di lingkungan madrasah.
"Angka ini kami temukan setelah melakukan pengukuran dan penarikan garis bayangan secara saksama, sehingga posisi kiblat di tempat kami kini semakin mantap dan akurat," ungkap Selamet Daroini, M.Pd.I, Koordinator Keagamaan MAN 1 Banyuwangi.
Pihak madrasah menegaskan bahwa kalibrasi ini sangat krusial demi menjamin ketepatan arah salat warga madrasah, mengingat menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sahnya ibadah salat. Hasil temuan dan data pengukuran ini akan segera dilaporkan ke Kementerian Agama RI serta Kanwil Kemenag Jawa Timur guna mendapatkan sertifikasi arah kiblat yang resmi. (BIM)